ENERGY ECONOMICS

"Dan mengenai minyak ini, terserah pada diri kita sendiri apakah mau barter, mau refining sendiri atau mau dijual sendiri. Atau kita minta tolong kepada patner untuk menjualkanya, unuk kita" - Ibnu Sutowo, Mantan Dirut Pertamina

PHOTOGRAPHY

"There is only you and your camera. The limitations in your photography are in yourself, for what we see is what we are" - Ernst Haas

TRAVELLING

"Most days of the year are unremarkable. They begin, and they end, with no lasting memories made in between. Most days have no impact on the course of a life " - 500 days of summer

FOOTBALL

"The game of life is a lot like football. You have to tackle your problems, block your fears, and score your points when you get the opportunity" - Lewis Grizzard

ECONOMICS

"Banyak intelektual menganggap bahwa merupakan suatu kejahatan tingkat tinggi, apabila seorang ilmuan menulis terlalu indah bagaikan seniman" - Paul Samuelson

Showing posts with label Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan. Show all posts

13 July 2013

Soekarno Le Grand Séducteur (Part 2)



Kalau aku pilek, aku ingin dipijatnya, kalau aku lapar aku ingin makan makanan yang dimasaknya sendiri, manakala bajuku koyak aku ingin istriiku sendiri yang menjahitnya, dengan Oetari keadaanya terbalik. Aku yang menjadi orangtuanya dan dia sebagai anak.

Begitulah kekecewaan Soekarno muda terhadap Oetari, istri pertama yang dinikahinya. Lebih jauh beliau menuturkan ketidakbahagiaannya bersama istri pertamanya tersebut ketika menuturkan sementara ia belajar dan sedikit bekerja untuk menghidupi dirinya dan istrinya di Bandung, Oetari sehari-hari lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan kawan-kawanya di pekarangan belakang rumah Haji Sanusi tempat mereka berdua menginap di Bandung. Bahkan selama menikah dengan Oetari, Soekarno tak melakukan hubungan badan layaknya suami-istri kebanyakan. Tak berapa lama berselang, Soekarno mengutarakan niatanya untuk berpisah dengan kepada ayah Oetari, Tjokroaminoto mengenai kisahnya dengan Oetari dan akhirnya keduanya berpisah. 

Pertanyaan saya setelah membaca kisah tersebut adalah, kenapa Soekarno memilih mengakhiri dengan Oetari setelah sederetan ketidaknyamanan melanda hubungan mereka? Kenapa beliau tidak mencoba memperbaiki hubungan mereka, entah dengan cara apapun ― saya bukan seorang konsultan asmara dan tak ada pula niatan menghakimi beliau. Bukankah jika menjalin hubungan itu didasarkan oleh keputusan dan keyakinan bersama, maka jika keyakinan itu masih ada seharusnya ada keinginan untuk keluar dari ketidaknyamaan tersebut. Hal yang berbeda jika sedari awal keputusan menjalin hubungan tidak dilakukan oleh dua pihak dan keyakinan Soekarno terhadap Oetari, ataupun sebaliknya, karena pada sebagian literatur sejarah menyebutkan Soekarno menikahi Oetari hanya karena belas kasihan terhadap keluarga Tjokroaminoto.

Setelah berpisah dari Oetari, Soekarno pun lekas menemukan tambatan hatinya, namanya Inggit Garnasih, yang ternyata bukan orang jauh, melainkan ibu kos dari Soekarno saat tinggal di Bandung. Inggit telah menikah dengan Haji Sanusi. Kata dosen saya sebenarnya hanya dua istri Soekarno yang amat di cintainya, dia adalah Inggit dan Hartini. Hingga pencarian saya mengenai alasan kenapa dosen saya berujar seperti itu, kini membuahkan hasil dengan temuan satu paragraf di buku The Love Story of Bung Karno karangan Ipnu Rinto yang membuat saya takjub.

Setelah menikah dengan Soekarno, Inggit memberi segalanya untuk suami. Kepandaianya menjahit pakaian, menjual kutang, bedak, rokok, meramu jamu dan menjadi agen sabun kecil-kecilan terus dimanfaatkan untuk mencari uang untuk dirinya dan Soekarno. Sementara itu keberhasilan Soekarno menamatkan studinya di THS, membuat inggit senang tak terkira. Bagi Inggit, kesuksesan Soekarno meraih gelar insinyur merupakan salah satu bukti keberhasilanya mendampingi Soekarno.

Saya langsung ingat pada kutipan dari seseorang yang sering saya katakan: Membina hubungan itu seperti layaknya berada di atas prahu berdua. Satu mendayung, satunya lagi menentukan arah. Kalian bisa bertukar posisi kapan saja, tapi tidak akan bisa melakukan keduanya sekaligus.

Sedangkan kekaguman saya pada Hartini berhasil saya temukan pada paragraf ini (dari buku yang sama).
Hartini tau betul bahwa Soekarno adalah seorang pria beristri. Hartini pun meminta waktu untuk berpikir ketika dipinang Soekarno. Dalam penantianya tersebut, Hartini semakin yakin bahwa ia benar-benar mencintai Soekarno. Hartini pun tak bisa terlalu lama membohongi perasaanya, hingga akhirnya menerima pinangan Soekarno tapi dengan satu syarat. Hartini berkatakepada Soekarno, “Ibu Fat tetap First lady, saya istri kedua saja. Saya tidak mau ibu Fat diceraikan, karena kami sama-sama wanita.”

Beberapa sahabat Soekarno menyebutkan bahwa Hartini merupakan pasangan terbaik bagi Soekarno. Hal itu bisa dilihat dari sikap dan tata bahasa Hartini yang sangat santun kepada Soekarno, baik sebelum menikah maupun setelah menikah. Hartini selalu tahu unggah-ungguh baik saat bersantai, resmi, atau saat memadu cinta dengan Soekarno.

“Saya cinta pada orangnya, pada Soekarnonya, bukan pada presidennya.. Saya akan perlihatkan kepada masyarakat bahwa saya bisa setia, dan akan mendampingi Soekarno dalam keadaan apapun juga , juga dalam kedudukanya” – Hartini 

Namun kisah cinta Soekarno tak habis di keduanya (Inggit dan Hartini) masih ada the first lady ibu Fatmawati yang resmi menjadi istri presiden pertama Indonesia itu. Setelah Hartini yang setia itu juga masih ada pramugari cantik bernama Kartini Menoppo yang di Peristri Soekarno ditahun 1959. Pun yang terjadi dengan gadis jepang Naoko Nemato yang kelak dikenal dengan nama Ratna Sari Dewi juga dinikahi tiga tahun berselang . Setahun kemudian giliran penari Istana Haryanti yang di peristri Soekarno, namanya Haryanti, yang tiga tahun kemudian akhirnya diceraikan Soekarno dengan alasan sudah tidak cocok ― dengan mudahnya seperti itu. 

Belum berakhir, kisah cinta Soekarno masih berlanjut ke dua gadis barisan muda Bhineka Tunggal Ika, kedua gadis yang beruntung masuk buku sejarah itu adalah Yurike Sanger dan Heldy Fajar. Saya sebut gadis karena saat dinikahi sang proklamator usia kedua gadis itu adalah 18 tahun sedangkan Soekarno berumur sekitar 65 tahun.

Pada akhirnya cinta tak senantiasa berjalan semudah dan seindah seperti dikisahkan, ketika sebagian besar dari kita menganggap pernikahaan adalah hal yang dilakukan sekali seumur hidup ― yang membedakannya dengan masa pacaran. Kemudian merawat kisah itu sepenuh hati karena memang sekali seumur hidup. Namun ada pula sebagian kecil yang lain menganggap hal yang dilakukan Soekarno ini adalah hal yang wajar, meski wajar juga tak selalu berarti benar.

Sebenarnya saya berbohong mengenai sedikitnya tulisan mengenai kisah cinta Bung Karno, sama seperti motivasi saya dalam menulis essai ini. Namun, setidaknya saya kembali tertarik pada sejarah berkat kisah cinta Soekarno ini.

07 July 2013

Soekarno Le Grand Séducteur (Part 1)


“Aku memuji Tuhan karena telah menciptakan mahluk-mahluk yang cantik seperti perempuan ini. Bukanlah suatu dosa atau tidak sopan kalau seseorang mengagumi seseorang perempuan yang cantik, dan aku tidak malu berbuat begitu karena dengan melakukan hal itu pada hakekatnya aku memuji tuhan dan memuji aoa yang telah diciptakan-Nya. Aku hanya seorang pecinta keindahan” ― Presiden Soekarno.

Sudah lama sekali saya ingin menulis mengenai seorang pria yang diagung-agungkan lebih dari 200 juta orang karena kharisma, wibawa dan jiwa kepemimpinan yang besarnya yang dianggap telah mampu merubah nasib bangsa ini. Namanya Soekarno, founding fathers negara ini danggap salah satu pemimpin besar dunia yang pernah dilahirkan. Namun kali ini saya tak akan membahas mengenai kepemimpinan beliau  ― karena anda dapat dengan mudah mencarinya di mesin pencari atau perpustakaan terdekat, saya akan membahas sisi yang lebih manusia dari beliau yaitu seseorang pengagum wanita sekaligus dikagumi wanita.

Sekitar satu setengah tahun yang lalu saya pernah diberi tugas oleh dosen saya untuk mempresentasikan mengenai Ekonomi Pancasila namun dengan menitik beratkan pada kehidupan pribadi Soekarno. Sejak saat itu saya mulai mengagumi Soekarno sebagai sosok hebat dalam dunia percintaan ― meski saya tidak sepenuhnya sepakat dengan jalan cinta beliau. Sebagai orang dewasa yang tumbuh besar di negeri ini, sudah seharusnya kita tau sama tau bahwasanya presiden pertama kita itu punya banyak istri, namun saya pikir tidak semua dari kita tau dari sekian banyak perempuan yang pernah disampingnya siapa yang paling beliau agungkan? Siapa istri beliau yang paling beruntung? Siapa wanita yang paling tulus mencintai dia? Dan masih banyak pertanyaan kisah percintaan beliau yang tak semua dari kita tahu keberadaanya.

Terkadang kita hanya mengandalkan mesin pencari untuk kisah yang ada di permukaan, lalu menemukan nama-nama seperti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryanti, Kartini Menoppo, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar pernah menjalin kisah asmara dengan presiden pertama republik ini. Namun, sesungguhnya jika kita mau membaca tulisan-tulisan karya Cindy Adams, Rosihan Anwar, Benrhard Dahm, atau tulisan Wijanarko Aditjondro yang mempunyai judul hampir sama dengan judul blog ini Bung Karno: The Untold Stories, kita tak hanya mendapati sembilan nama istri presiden pertama kita tersebut, kita bisa menemukan nama Rika Meelhuysen, seorang Noni Belanda yang pertama kali di cium oleh Bung Karno pada saat berumur 14 tahun. Sayangnya saya juga tak begitu banyak membaca tulisan-tulisan sejarah diatas, sama seperti anda.

Maaf, saya memutuskan mengahiri tulisan dibagian ini saja. Karena menulis mengenai kisah asmara seharusnya dengan perasaan yang berbinar, sedangkan perasaan saya malam ini tidak dalam kondisi terbaik yang ditandai fokus yang amat mudah berganti.

Biarlah tulisan ini menjadi intro dari tulisan-tulisan sesudahnya ― dimana saya akan menulis mengenai detai kisah cinta tokoh pujaan baru saya ini, dan biarkan pula judul tulisan ini pun terpaksa saya tambah (part 1) sembari saya mencari foto Soekarno dengan sembilan istrinya dalam satu frame foto.
.

06 July 2013

Terjebak Nostalgia: Bukan Judul Lagu

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja...

Judul tulisan ini memang sengaja dibuat berbeda dengan lirik lagu dibawahnya. Bukan karena saya yang masih terpesona dengan suara seseorang wanita yang mengunggah lagu yang dipopulerkan oleh Raisa tersebut ke situs Cloud Coumputing berbasis suara. Namun jika saya boleh ber-alasan, hal ini hanya untuk kepentingan me-match-kan dengan postingan sebelum ini saja.

Sekitar dua tahun yang lalu, saya selalu sedih tiap kali memutuskan untuk kembali ke Jogjakarta dari kota kelahiran saya Pekalongan. Hati saya selalu tak tega melihat ibu saya yang harus pura-pura kuat melepas saya kembali menuntut ilmu di kota pelajar ini. Sangat tergambar jelas raut muka ibu saya yang melambaikan tangan di depan pintu rumah, kemudian berjalan sampai pagar hanya untuk melihat saya sampai menghilang di perempatan. Saya malah terkadang sering menitikkan air mata dalam perjalanan menuju Jogja ketika membayangkan kesepian dan kehampaan ibu saya menghabiskan waktu sendirian sepanjang hari dirumah tua kami. Sesampainya di Jogja pun saya pasti lekas menyibukkan diri sebagai ritual untuk melupakan apa yang dirasakan ibu saya, kesibukan yang membungkus perasaan rasa bersalah terhadap orang tua.

Namun yang terjadi dua hari yang lalu sedikit berbeda. Kali itu saya berjalan mondar-mandir di dalam rumah tua saya, dengan fokus yang berganti-ganti seperti bergantinya pandangan mata saya menyapu beberapa sudut ruangan di rumah saya. Malam itu saya sedang menunggu teman saya yang meminta saya untuk menjadi tour guide dalam lawatanya ke kota Jogja. Rupanya aktivitas mondar-mandir dan mudahnya berganti fokus kala itu adalah manifestasi perasan saya antara perasaan yang saya alami sekitar dua tahun lalu itu dengan perasaan antusias saya kembali ke kota pelajar setelah 5 hari saya berada dirumah. Sebenarnya 5 hari bukanlah waktu yang lama, perasaan rindu yang membuatnya terasa lama.

Malam ini pun seakan menjadi puncak dari cerita panjang ini, katika saya memilih mengabadikan perasan saya ini secepatnya, ketimbang untuk berbaring dan menyimpan tenaga karena besok musti harus kembali ke kota kelahiran saya, Pekalongan lagi. Meski saya belum akan meninggalkan kota ini (menyelesaikan pendidikan sarjana saya dan berpindah ke kota lain) dalam waktu singkat ― saya bahkan belum tau kapan, tapi nampaknya saya membenarkan kata-kata dosen pembimbing skripsi saya saat memberikan wejangan kepada mahasiswanya “Manfaatkan waktu sebaik mungkin saat kalian jadi mahasiswa, kelak ketika kelulusan sudah didepan mata, kalian akan merasakan kegalauan yang amat sangat, karena semuanya akan berubah seketika


Orang-orang yang saya temui dua hari ini pun mendadak menjadi seperti malaikat yang meperlihatkan raut wajah seraya mengingatkanku atas pencapaian selama ini. Bagaimana orang-orang di pelayanan kuliah menggoda saya dengan gurauan-gurauan yang sebenarnya biasa saja tapi entah kenapa terasa begitu akrab.  Para penjual Burjo langganan saya yang tersenyum penuh makna beberapa jam yang lalu, seperti mengingatkanku pada berapa puluh Nasi Ayam, Nasi Telor dan Gorengan yang saya pesan selama kurang lebih  empat tahun ini. Bahkan Masjid Kampus saya berdiri diap tanpa raut ekspresi ataupun berusaha menguraui saya pun jum’at lalu mengingatkan saya pada moment 6 tahun yang lalu ketika saya berdoa agar bisa diberi kesempatan kembali beribadah di masjid ini lagi, yang pada akhirnya saya akan mengenang doa itu sebagai alasan kenapa saya berada di masjid itu.

Ah, semoga saja ini semua hanya karena tanda tangan saya yang menyerupai tiga huruf awal nama saya. Padahal kata seorang ahli pembaca tulisan tangan, tanda tangan yang diawali dengan huruf awal dari nama adalah tanda bahwa orang tersebut selalu meletakkan aktivitas nostalgia di tempat yang tinggi ―sedangkan tanda tangan saya tak hanya menyerupai satu huruf awal nama saya, tetapi tiga huruf awal sekaligus. Mungkin bisa dibayangkan hidup saya yang selalu melompat-lompat dari nostalgia yang satu ke nostalgia yang lain, seakan hidup adalah rangkaian mengoreskan hidup baru dan mengenangnya, begitu seterusnya, berulang-ulang. Saya harus mengganti tanda tangan saya.

Pada akhirnya, malam ini saya sangat mengerti kenapa lirik lagu Kla Project di awal tulisan ini menggunakan kata ‘pulang ke kotamu’ karena setiap orang yang datang ke jogja akan disambut layaknya seseorang yang pulang ke tanah kelahiranya, kota ini menyapa dengan tangan terbuka sembari mengingatkan darimana kita berasal, karena Jogja terbuat dari rindu, angkringan dan keramah-tamahan.


Semoga saya tak berlebihan jika saya mengucapkan: saya mencintai kota ini seperti cinta saya pada kota kelahiran saya.

30 June 2013

Hampir Empat Tahun: Ini Kenangan Saya, Mana Kenangan Kamu?



"Sejarah diawali dengan lelucon dan diakhiri dengan tragedi, atau bisa sebaliknya" ― Argo

Entah kenapa sebagian orang di dunia ini masih mendefinisikan nostalgia itu adalah urusan asmara. Dalam pemahaman dangkal saya, anda seperti menyebut ‘Coca-Cola’ jika ditanya mengenai apa yang terlintas di benak anda ketika saya menyebut minuman ringan ― padahal didunia ini banyak sekali minuman ringan yang lebih nikmat ketimbang Coca-cola. Jika anda sepakat minuman ringan didunia tak hanya Coca-cola, seharusnya anda sepakat dengan saya bahwa nostalgia itu tak hanya mengenai kisah percintaan antar anak manusia. Kalaupun ada kisah percintaan dalam tulisan ini, saya pastikan itu hanya kisah cinta saya pada kehidupan.

Siang tadi saya mencoba merapikan kamar kos saya (sejujurnya saya tak merapikannya sendiri) yang sudah tak lagi seperti kamar kos. Saya menemukan fakta bahwa penyebab penuhnya kamar kos saya dengan inferior goods adalah karena saya seorang kolektor kenangan. Jika dalam film my name is khan, Shahrukh Khan membawa papan bertuliskan “Repair Almost Anythings” mungkin jika saya yang memerankan peran itu saya akan menggantinya dengan tulisan “Collect Almost Anythings”.

Saya cukup kaget mendapati beberapa temuan saya dalam prosesi bersih-bersih tadi: semua kartu ujian kuliah saya selama 8 semester ini lengkap tak ada yang raib satupun, hampir semua id card yang pernah saya dapatkan pun masih lengkap dengan tali nya, transkrip nilai dari tiap semester ― namun sengaja tidak ditampilkan di foto karena masalah etika saja, bagi saya transkrip itu ibarat slip gaji, dan masih banyak temuan akademik lain seperti: Tiket nonton XXI selama 4 tahun ini yang cukup panjang jika di letakan memanjang, tumpukan (sampah) selebaran dari pameran komputer, dan price tag dari jersey-jersey non ori koleksi saya yang sebenarnya tak seberapa banyak.

Tak terasa sudah hampir 4 tahun saya menjalani salah satu impian saya. Bukan waktu yang singkat, bukan waktu yang lama juga untuk dilalui. Banyak pelajaran yang telah saya dapatkan, namun banyak pula yang saya lewatkan. Jika dulu saya memulainya dengan sebuah keajaiban, entah saya akan mengakhiri perjalanan saya disini seperti apa, saya belum tau akhir dari sejarah ini.

Bagi saya moment 'bersih-bersih', apapun bentuknya itu, adalah momen yang tepat untuk mengingat seberapa jauh kita melangkah sejauh ini. Membuangnya atau menyimpanya adalah pilihan bagi setiap orang. Membuangnya berarti anda siap untuk mendapatkan space kosong untuk menyimpan banyak hal baru, sedang menyimpannya berarti anda sangat ingin belajar dari apa yang telah anda dapatkan selama ini atau dengan menyimpanya minimal anda telah menghargainya apa yang telah anda lakukan.

Tulisan pendek ini sebenarnya hanya ingin menjelaskan foto yang ada di atas tulisan ini. Mengenang apa yang akan menjadi nostalgia saya dimasa depan.

Selesai.

13 April 2013

Sebuah Refleksi: Overreach, Moneyball dan Miss Opportunity



Sulit dipercaya berapa banyak hal yang tidak kau ketahui tentang permainan yang pernah kau mainkan seumur hidupmu” – Moneyball

Bagi para patner futsal saya pasti tau betul banyaknya kata “sorry” yang terlontar dari mulut saya sepanjang permainan. Mungkin sebanyak tumpukan buku dan kertas yang berserakan di kamar saya ini. Mereka juga pasti sadar telah berulangkali mengingatkan saya agar tetap menjaga tempo permainan, karena saya sering terburu-buru dalam menyusun permainan. Sepertinya patner saya paham betul karakter saya di lapangan dan di luar lapangan.

Saya tak ingin menjadi orang yang menembakkan pelurunya kemana-mana, seperti para figuran di film action ketika hilang kontrol atas senjata yang dipegangnya. Saya juga tak mengerti kenapa saya begitu sering mengucapkan kata “sorry” di lapangan, bahkan untuk kesalahan yang tidak saya perbuat sekalipun. Bagi seorang yang sangat mengagung-agungkan menjadi deep lying playmaker bisa ditebak seperti apa permainan yang saya tampilkan, banyak melakukan passing, banyak juga salah passing ― saya bukan Xavi Hernandez yang bisa melalukan 100%  pass completed dari 96 kali percobaan.

Padahal jika saya mau main aman, bisa saja saya melakukan 5 kali passing namun tepat sasaran, maka statistik saya juga sama dengan kapten Barcelona itu, 100 pass completed. Tapi apa yang dilakukan saya dan Xavi Hernandez adalah mencoba membuktikan kalau kualitas tidak berbanding terbalik dengan kuantitas, artinya keduanya tidak dalam keadaan bertarung. Bedanya, Xavi telah berhasil membuktikanya, sedangkan saya masih terus mencoba untuk survive.

Kemaren malam saya menonton film yang telah lama ada di hardisk saya namun baru kali ini saya baru sempat menontonya, judulnya: Moneyball. Film yang awalnya saya sempat underestimate karena diawali dengan scene sebuah pertandingan baseball, dan memang film tersebut menceritakan tentang seseorang yang menjadi manajer di sebuat tim baseball, namanya Billy Beane diperankan oleh aktor tampan Hollywood, Brad Pitt. Namun seiring bergantinya scene demi scene, saya juga menikmati film tersebut, terlebih ternyata film tersebut menceritakan betapa pentingnya statistik dan ekonomi dalam olahraga ― saya mendewakan ketiganya.

Film bergulir dengan alur yang naik turun, sebagai manajer utama, Billy Beane dihadapkan dengan kenyataan bahwa pemilik club tidak punya banyak uang untuk membangun tim, seluruh staf kepelatihan, Scout, dan Billy memikirkan bagaimana cara mengarungi musim depan. Namun, dengan bantuan ahli statistik ekonomi Billy akhirnya menemukan komposisi tim yang efisien. Meski terdapat konflik seiring berjalanya waktu Oakland Athletics (tim yang di manajeri oleh Billy) memetik hasil positif atas kerja kerasnya. Oakland Athletics bahkan menjelma menjadi tim yang tak terkalahkan selama 20 pertandingan, merupakan rentetan kemenangan terbesar sepanjang sejarah Baseball Amerika Serikat. Meski akhirnya kalah di babak Play-off strategi yang dilakukan oleh Billy Beane dalam membangun tim dengan dana yang terbatas sangat mengaggumkan.

Bagian yang paling menarik dan menyentuh bagi saya adalah di akhir film, ketika akhirnya Billy Beane mendapat tawaran dari pemilik Boston Red Sox, klub Baseball kaya raya saat itu, bahkan konon nilai kontrak yang diajukan oleh pemilik Boston Red Sox merupakan nilai kontrak manajer terbesar sepanjang sejarah olahraga di dunia! Kebimbangan yang luarbiasa melanda Billy Beane, karena menurutnya hidup itu tak semata tentang uang. Sampai pada akhirnya keputusan dibuat Billy Beane mendengar lagu dari putrinya, lagu The Show dari Lenka, yang liriknya sedikit dirubah – tonton saja filmnya bagian ini paling emosional.

Billy Beane menolak tawaran Red Sox senilai $ 12.500.000, Dan memilih tetap di Oakland sebagai Manajer Umum ― mohon maaf buat yang belum menonton saya membocorkan ending film, tapi percayalah yang belum saya bocorkan lebih emosional.

Saya mendadak teringat ayah saya. Seorang pria yang sangat saya kagumi lengkap kelebihan dan kekuranganya. Sampai akhirnya saya melupakan berapa banyak saya  biberi hukuman oleh ayah, seberapa sering ayah memaraki saya. Bahkan saya masih ingat saat ayah memarahi teman saya yang tak bersalah ketika menjemput saya. Ayah bukan pria yang sempurna. Tapi ayah saya mengajarkan kehidupan tanpa kesempurnaan. Bahkan sampai hari terakhir beliau menatapku, saya masih melihat ketidaksempurnaanya ketika beliau membanting gelas di pagi hari sesaat sebelum beliau dibawa ke rumah sakit. Betapa emosionalnya beliau.

"Lembutlah terhadap orang tua, karena mereka hidup bukan pada zaman nya. Sabarlah terhadap saran dan kritiknya karena anda tak tahu perasaan mereka" ― Dr. Karim Bakkar.

Lalu apa hubunganya semua ini, apa yang terjadi dengan Saya, Billy Beane, dan Ayah saya? Hubungan yang pertama adalah kami manusia biasa. Hubungan yang kedua, kami emosional, kami masih menembakan peluru kemana saja, bahkan bagi saya hari ini banyak sekali kekonyolan yang telah saya perbuat. Diawali ledekan saya pada bapak presiden yang akhirnya membuat account twitter ― semoga bukan karena salah satu staff kepresidenannya memberitahukan bahwa twitter media yang paling ampuh untuk curhat colongan. Entah kenapa apa yang presiden saya lakukan saya lebih cenderung melihatnya suatu kekonyalan, mungkin saya kecewa, tapi lebih tepatnya saya overreach. Padahal beliau orang baik, ayah saya juga orang baik.

Pada akhirnya saya menyadari, seperti saat saya mengucapkan “sorry” dilapangan, terkadang dalam hidup kebanyakan dari kita lebih sering kehilangan momentum, yang oleh teman saya bahasanya dirubah menjadi miss opportunity agar lebih terlihat menggunakan pemikiran yang dalam. Ketika saya harus bertahan, saya justru menyerang. Ketika saya harus menyerang saya justru beristirahat. Ketika Billy Beane harusnya menerima tawaran Red Sox, Billy malah memilih menikmati pertunjukan dan bernostalgia.

Kami ini manusia biasa, lengkap dengan ketidaksempurnaan dan kekonyolan kami.

Life is a maze and love is a riddle
I don't know where to go, can't do it alone

I'm just a little girl lost in the moment
I'm so scared but I don't show it
I can't figure it out, it's bringing me down
I know I've got to let it go and just enjoy the show
Just enjoy the show
Lenka – The Show

Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa ayah saya. Saya merindukan beliau hampir selama 4 tahun ini.

02 December 2011

THIS IS PROBLEM, BUT FINE SOLUTION

# WANITA BERBAJU BIRU DI RUANGAN SEMINAR ITU
Sekitar dua tahun lalu aku membuka cerita itu di halaman ini, maka ketika aku telah menutup seharusnya aku juga akan menutup cerita itu dihalaman ini. Cerita mengenai gadis berbaju biru di ruangan seminar itu mungkin telah habis, namun kenanganya tak akan habis.

# KETIKA KITA BERBUAT SEOLAH OLAH MELAKUKANYA UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA PASTI KITA AKAKN MELAKUKAN YANG TERBAIK, DAN JIKA TELAH MELAKUKAN YANG TERBAIK MAKA TIDAK AKAN ADA PENYESALAN.

# SENIN KELABU, PEMUDA MALANG DI PERSIMPANGAN
Sore itu langit jogja agak mendung, nampak seorang lelaki paruh baya mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah dan penuh kegalauan. Dari balik helm nya terlihat kilauan mata yang tengah berkaca-kaca dengan sesekali menetes cairan bening dari kedua bola matanya. Meski tak kuasa melajukan kendaraananya namun pria itu tetap berusaha tegar ditengah jalan meski sesekali kemacetan menghentikan laju motornya. Sepertinya pemuda itu tengah dihadapkan dengan masa depan nya, masa depan dimana pemuda itu mendapati kenyataan bahwa dirinya tak lagi bisa menjaga hubungan dengan pasanganya. Terlihat cengeng memamang ketika seorang laki-laki berbicara hubungan justru mengorbankan sebagian besar pikiranya bahkan airmatanya kala itu. Tetapi itulah yang terjadi pemuda itu telah kehilangan harapan terhadap pasanganya. Alasanya cuma satu: karena mereka sudah tak lagi memandang dunia dengan kacamata yang sama. Alasan yang masih cukup klise ketika banyak waktu yang telah mereka luangkan untuk bersama. Pada pemuda itu aku cuma bisa berpesan: Lakukan apa yang kamu yakini benar, dan pesan buat pasangan hidupnya: Selamat menempuh hidup baru, semoga kamu (dan aku) bahagia.

# BESOK AKU AKAN MENGENAKAN BAJU BATIK  PILIHAN IBU YANG TAK PERNAH DIPAKAINYA SAMPAI SEKARANG


02 April 2011

WAIT AND SEE

# BANYAK CERITA
Malem ini tanggal 2 April 2011 (menjelang tanggal 3). Sudah bulan keempat di awal dekade ini, namun aku baru sempat memainkan halaman jurnal ini sekarang, setelah postingan terakhir tertulis tanggal 24 Desember 2010 lalu. Sudah cukup lama, banyak sekali kisah hidup yang mustinya aku bagikan disini, tapi dengan keterbatasan - dan mood yang buruk - akses internet, akhirnya aku memutuskan sampai hari ini. ini postingan pertamaku ditahun 2011, jadi sebelumnya aku ingin mengucapkan "selamat tahun baru 2011, semoga kau ramah terhadapku". Banyak cerita selama empat bulan ini namun sampai ketikan ini aku belum tertarik membaginya, namun aku berjanji suatu saat -bisa jadi setelah kalimat ini berakhir- aku pasti akan menceritakan nya.

# SAYA MENYEBUTNYA KEHENDAK-MEMILIKI-KEDALAMAN YANG BERAKHIR SECARA FATAL.
Suatu hari ada seorang seniman muda -yang tentunya kreatif- mencoba memamerkan masterpiece barunya, sebuah coretan abstrak yang sarat akan makna, dari raut wajahnya terpancar raut kepuasan yang mendalam, senyumanya mengembang, matanya terbuka lebar, langkahnya begitu tegas, tak henti-hentinya dia mengagungkan karya barunnya itu. Namun, seketika raut mukanya berubah ketika ada seorang yang berada disampingnya spontan mengucapkan karya yang bagus, nampak sekilas penuh makna, namun sayang tak punya kedalaman.

# MENDENGAR ADALAH SEKEDAR MENANGKAP VIBRASI SUARA, SEDANG MENDENGARKAN BERARTI MEMIKIRKAN APA YANG DI DENGAR.

24 December 2010

TRUE LOVE IS HARD TO FIND

# RAINS FALL. WIND BLOW, THE SUN SHINES,,, IT ALL COME NATURALLY
Faktanya aku suka semua yang berjalan secara alamiah, aku lebih suka mangga yang tumbuh di depan rumahku masak dengan sendirinya dipohon, tetapi ibu selalu memetiknya beberapa hari sebelum masak untuk dimasukan ke kardus yang kemudian di karbit. Ayah ku dulu juga suka begitu. Tapi aku tidak seperti mereka, dulu aku lebih suka tertidur kemudian mimpi basah daripada melakukan seperti yang dilakukan teman-temanku setelah mereka menonton film porno. Tapi bukan itu masalahnya, aku tidak punya masalah dengan mimpi basah. Masalahku adalah cinta, kata yang terlanjur populer ini acap kali menghantui hidupku. Bagaimana tidak, ketika aku tak sengaja melihat seorang gadis diruangan seminar itu, ia tersenyum dengan manis seolah menyapa diriku. Aku yang sedari tadi memegang kamera tidak mau kehilangan moment ini. Yaa, aku terlalu mudah jatuh cinta, tidak banyak waktu yang aku butuhkan untuk mengaggumi seseorang namun akan sangat sulit untuk dijelaskan kenapa aku tertarik dengan gadis berbaju biru itu. It all come naturally. Do you believe in love at first sight?

# 0:40 AM
Beberapa angka yang aku lihat beberapa detik yang lalu. Aku menuliskan coretan-coretan sampah ini di depan meja rias, menggadap cermin, sekarang aku bisa melihat wajah bingung diriku sendiri, sangat jelas terbaca kalo aku ini seorang yang peragu. Di sebelah kiri meja rias ini terdapat sebuah dipan yang tidak terlalu besar namun diatasnya ada 2 orang besar yang membesarkan diriku. Yaa, disitu ada kakak ku yang tertidur dengan posisi telungkup dan disebelahnya ada ibunya. Ibu kami berdua. Inilah yang membuat tangan ini masih bersemangat mengendap-endap di keyboard pagi buta ini. Intinya aku ingin mengabadikan momen langka ini, langka karena belum tentu sebulan (sangat mungkin lebih) yang akan datang kami akan berkumpul disatu kamar seperti ini, akupun rela hanya tidur dikursi panjang yang mirip sofa, tapi tidak lebih empuk darinya. Pagi ini aku seakan-akan berkorban sedikit demi kenyaman orang yang sudah mau berkorban banyak untuk hidup ku. Terima kasih kakak, terima kasih ibu.

# SOMETIMES THE BEST THINGS IN LIFE ARE WORTH WAITING FOR.

# TULISAN MEREKA SANGAT INDAH
Seringkali hati ini ingin seperti mereka, menulis tanpa beban, tanpa peduli siapa yang nantinya akan membaca, ringan tetapi sangat dalam, berbeda dengan tulisanku yang hanya bisa dinikmati oleh diriku sendiri. Mereka juga seringkali menggunakan gambar-gambar yang amat bermakna, sangat mewakili tulisan mereka. Berbeda dengan halaman dimana tulisan ini berada yang sudah lama aku biarkan polos seperti ini saja. Sungguh bukan karena aku tidak menyukai gambar atau aku yang malas mencari gambar. Tapi aku sengaja membiarkan blog ini membosankan seperti pemiliknya. Sekali lagi, kubiarkan membosankan.

23 December 2010

CONGRATULATION...!!!

# KEPADA PEMIMPIN TERPILIH
Ya Allah ya Tuhan kami…
Bukalah mulut pemimpin kami…
Agar mereka bisa mengatakan yang benar adalah benar dan
Yang salah adalah salah…
Juga agar mereka bisa dapat memakan hanya apa yang menjadi haknya…
Dan memuntahkan apa yang tidak layak menjadi makanannya…
Ya Allah ya tuhan kami…
Berikanlah kecerdesan berpikir untuk pemimpin kami…
Agar bisa mereka gunakan untuk membangun bangsa dan Negara kami…
Dan bukan untuk membodohi kami….

# TERIMAKASIH TELAH MENGINSPIRASI KAMI
Para pemimpin yang baik pasti punya guru yang hebat di belakanganya. Banyak atau sedikit inspirasi itu pasti masuk kedalam diri kami. Terimakasih atas kebersamaan selama setahun terakhir ini, doakan kami semoga kami bisa meneruskan perjalanan ini. Hidup Mahasiswa..

21 December 2010

NOWPLAYING : I AM FALLING IN LOVE – TOMPI

# SEKALI LAGI INI MENGENAI KEHIDUPAN
Entah kenapa tak bosan-bosan nya aku mencorat-coret ini dengan perjalanan hidup anak manusia, aku tak tau kenapa kehidupan ini begitu menarik dimataku, padahal aku bukan orang filsafat, bukan juga orang psikologi sekarang. Tiap hari aku seringkali terpaksa berada dalam puncak kesadaran, meski sebenarnya aku juga ingin melakukan segalanya di alam bawah sadar. Dalam kesadaran itulah aku berusaha memikirkan segala sesuatunya, jika aku melangkah ke kanan kelak aku akan berjumpa siapa, ketika aku memutuskan berjalan lurus apa yang bisa aku dapatkan di jalan itu, dan sebagainya. Sampai akhirnya aku menjadi seorang yang peragu. Intinya sebenarnya sederhana, hanya tentang bagaimana anda menjalani hidup. Jika anda menjalani hidup dengan benar, karma akan berjalan dengan sendirinya, impian-impian itu akan mendatangi anda.

# MONSTER DI PAGI HARI
Sepertinya ringan saja ketika bangun tidur aku tidak terlalu bimbang melangkahkan kaki ke kamar mandi karena air dingin di pagi hari yang menurutku sangat menyeramkan. Oh ya aku jadi ingat dulu ketika aku kecil, hampir selalu memulai hari dengan air hangat, kedua orang tuaku lah yang akhirnya menjadi berkorban banyak untukku karena harus memanaskan air satu panci trus mencampurkanya dengan air dingin sampai pada suhu tertentu yang membuatku nyaman. Bahkan suatu hari pernah panci itu jatuh sebelum berjumpa dengan air dingin dan ayahku sering menjadi korbanya, terguyur air panas. (Maafkan aku ayah, aku sangat merepotkanmu dulu) Sampai akhirnya ketika diriku berumur 8 tahun dipaksa oleh ibuku dengan ‘membohongi’ bahwa air dingin itu lebih sehat daripada air hangat, aku menyebutnya ‘membohongi’ karena sampai sekarang aku tidak percaya akan hal itu, air dingin di pagi hari tak ubahnya seperti paku yang diguyurkan ke badan, sakit sekali.

# JANGAN MEMBIARKAN ORANG YANG TIDAK SEJALAN DENGAN ANDA MEMASUKI DUNIA ANDA

# DOSEN SAYA BILANG : DALAM ISLAM TIDAK ADA PACARAN, JUGA BUKAN TA’ARUF TAPI YANG ADA HANYALAH OBSERVASI.
Sebuah pembenaran itu terkadang datang tak terduga. Mungkin karena aku menyukai observasi. Matakuliah 3 SKS itu dulu sangat lah sederhana sekali meski sebenarnya kalo menanyakan isi matakuliah itu sekarang bisa jadi tak akan terjawab. Tapi sekali lagi Observasi itu menyenangkan.

# LIRIK
gaun merah di tubuhmu
membuatmu tak biasa
keindahan senyummu
membuat aku tak kuasa

menahan gejolak
yg ada di dalam dada
jantung ku berdetak kencang
hei cantik kau sungguh menggoda

somebody please stop the moon from falling down
because i'm falling in love tonight
somebody please stop the moon from falling down
because i'm falling in love with you

bolehkah aku bertanya
siapa namamu hai dara
jangan takut padaku
aku hanya jatuh cinta

inikah yg orang bilang
cinta pandangan pertama
tadinya ku tak percaya
tapi kurasakan juga

16 November 2010

ZERO SUM GAME

# KONSISTEN
Ketika kamu memulai nya dengan angka 1, kemudian menjadi 3, lalu 5, usahakan selanjutnya adalah angka 7 yang keluar. Ini bukan masalah angka 6 yang mempunyai daya magis tertentu ketika ia diletakan berjejer 3, yang artinya membentuk susunan angka yang banyak orang menyebutnya angka setan, tapi lebih dari itu angka 7 di sini akan membuat track record kamu sempurna. Sama seperti halnya di blog ini yang telah aku rapikan sedemikian rupa agar terlihat selaras, rapi dan tentu saja indah, karna saya menyukai keindahan. Setiap kali melangkah aku selalu menengok sejenak kebelakang minimal untuk tau serapa jauh harus aku langkah kan kedua kaki ini, meskipun aku bejalan ke arah yang salah setidaknya orang-orang akan melihatku sebagai orang yang konsisten. Meski nyatanya kekonsistenanku ini tidaklah bisa mengalahkan kebenaran yang ada, tapi setetes air tetap akan terlihat berharga ditengah keringnya gurun pasir.

# KALAU AKU MENCINTAI MU, ITU SAMA SEKALI BUKAN URUSAN MU.

# BERKELUARGA
Entah kenapa waktu itu, saat mayoritas penghuni ruangan itu berkonsentrasi dengan materi yang sedang di bawakan oleh beberapa orang dewasa di depan ruangan itu, pikiranku jauh terbang keluar ruangan, menembus dimensi waktu. Ya, saat itu aku membayangkan kelak ketika aku akan memutuskan melepas masa lajang ku, terlebih jika pasangan hidupku kelak adalah wanita berkacamata yang sedari tadi berbicara mengenai keseimbangan permintaan dan penawaran uang, sebenarnya aku tidak peduli apa yang dia bicarakan sedari tadi, aku hanya mengagumi parasnya nan ayu itu, gaun bercorak batik dengan kerudung kuning keemasan itu membuatnya sangat anggun pagi itu, kontan aku langsung saja berandai-andai, lamunanku saat itu mungkin juga pernah dialami banyak lelaki yang selalu mencemaskan masa depanya seperti aku ini, dimulai dengan andai aku benar-benar mencintainya lebih dari mengagumi (yang saat ini tengah aku rasakan) dirinya, belanjut dengan memutuskan komitmen untuk hidup besama mengarungi bahtera rumah tangga, meminang dari orangtuanya, dan berakhir sampai pelaminan tiba. Aku memilih menghentikan lamunan itu. Memandanginya sekarang mungkin lebih berarti daripada membayangkanya besok, aku hanya memuja kecantikanmu.

# MUNGKIN KARENA AKU TERLALU LAMA MENUNGGU, AKU JADI MENCARI-CARI YANG BETUL-BETUL SEMPURNA. KARENA ITU MEREPOTKAN JUGA.

# KAHYANGAN
Di dunia persilatan puluhan pendekar berkelana untuk saling mengadu ilmu sakti, para pendekar ini menantang satu sama lain, datang dan pergi adalah hal yang biasa, yang menang boleh jumawa dan yang kalah harus pergi. Yang menarik, pendekar yang menang saat ini belum tentu menang di kesempatan yang akan datang, yang tak terkalahkan dalam beberapa tahun akan di kenang sebagai Datuk... Itulah cerita yang aku baca di sebuah tabloid olahraga terkenal di negeri ini, rasa-rasanya sangat menginspirasi, meski terlihat natural dan memggunakan dialektika yang sederhana, namun aku menangkap sebuah intisari seperti kalimat judul postingan ini. Seperti pertandingan akan menarik jika melahirkan sebuah pemenang, kalau sama kuat? Yaa harus ada yang menang.

19 September 2010

21 YEARS

# TERLALU AMBISIUS
Bisa jadi inilah yang aku rasakan akhir-akhir ini, menjadi seseorang dengan setumpuk mimpi dan hasrat yang begitu memnuncak membuatku kadang tidak menghiraukan sekitar, disaat para musyafir itu berhenti sejenak untuk mengghela nafas dan membasuh kudanya, kenapa aku masih saja berlari. Terlalu sering menghadap keatas memang membuatku tak sadar telah berada jauh di atas mereka, kini aku sendirian berada ditengah, jauh diatas sana ada sekelompok orang yang musti aku kejar, namun di bawah ada banyak teman yang siap mengolok-olok diriku karena menaiki tangga ini terlalu cepat, ini seperti dipersimpangan jalan saja.

# BISA JADI KAMU YANG BENAR
Sahabat baru ku itu menyadarkan aku perlahan lahan, entah berapa lama aku mencari kata seperti judul postingan ini untuk hidup ini, namun orang itu dengan cepat menemukannya. Ya, manusia memiliki sisi yang tersembunyi, jauh dibawah alam bawah sadarnya dan terkadang menampakan ke luar dengan sisi yang sebaliknya, opposite direction namanya. Bisa jadi orang yang banyak bicara ini sebenarnya seorang yang justru pemalu, malu bicara di depan orang banyak. Bisa jadi nasehat-nasehat spiritual yang muncul dari bibir maupun tulisan ini adalah untuk menutupi kelemahan spiritual dari dalam diri. Bisa jadi aku yang terlihat begitu menyayangi kedua orang-tuaku sebenarnya seorang yang phobia dengan kata akhir dan perpisahan. Bisa jadi manusia yang terlalu banyak bicara mengenai mimpi dan masa depan ini adalah manusia dengan masalalu yang amat kelam. Akhirnya bisa jadi kamu yang benar…

# HANYA MEREKA YANG BEKERJA DENGAN HATI YANG DAPAT MEMBERI INSPIRASI

# TIDAK MUNGKIN BISA MENYENANGKAN SEMUA PIHAK, HARUS ADA YANG KETEGASAN
Kritik terhadap penguasa negeri ini itu nampaknya berlaku pula kepadaku. Memberikan peluang kepada banyak pihak bisa jadi boomerang. Sekarang saatnya aku untuk memilih, jangan sampai seperti buih dilautan yang mudah diombang-ambingkan. Seperti saat di Piala dunia lalu, bisa saja aku menjagokan 2 tim atau lebih di babak penyisihan, namun ketika 2 tim jagoanku (Inggris dan Jerman) bertemu di babak kedua, aku harus memilih diantara keduanya dan konsisten padanya.

# HARI INI HARI SPECIAL BUAT KU
20 September selalu menjadi hari yang bersejarah bagiku, kini umurku beranjak meninggalkan angka 20, berkepala dua itulah sebutanku sekarang. Semoga di umurku yang ke 21 ini, aku bisa lebih menyenangkan dan menginspirasi banyak orang. Semoga.

07 September 2010

HAPPY BIRTHDAY MOM

# DUA WANITA CANTIK DI DEPANKU

Di sore hari ketika matahari semakin mendekati peraduan nya, Nampak 2 wanita hebat di depanku sedang menyapu halaman rumah tempat aku menuliskan tulisan ini. Keduanya sibuk mengayuh sapu lidi yang bagiku mungin agak terasa berat, mungkin karna tidak terbiasa. Dua wanita hebat yang aku kagumi dari dua hal yang berbeda. Sangat berbeda.


# WANITA PERTAMA

Wanita pertama adalah seorang gadis berusia sekitar 19 tahun, aku sering menyebutnya Nike, meski sebenarnya aku tidak pernah tahu nama panjangnya, namun orang-orang di sini memanggilnya begitu. Parasnya yang cantik dan kulit yang cerah sangat mempesonaku saat sore seperti ini tiba dan rambutnya yang panjang adalah mahkota yang begitu indah darinya serta tubuhnya yang amat seksi menurutku (meski dia tidak pernah berpakaian seksi). Yah tetangga depan rumahku itu begitu mempesona bagiku, terlebih kini ia telah tumbuh menjadi wanita yang begitu feminim dan dewasa. Salah satu yang aku kagumi dari dia selain dari parasnya yang cantik adalah dia tidak seperti wanita seumuranya yang dianugrahi paras cantik pasti sering terlihat berkencan dengan lawan jenisnya. Namun, belasan tahun aku bertetangga dengannya hampir tidak pernah melihat dia melakukan itu. Nampaknya aku telah menggaguminya lebih dari yang aku tahu, aku berharap suatu saat biasa mendapatkan jodoh seperti dia atau bahkan jika tuhan menghendaki aku ingin menjadi jodohnya kelak, meski ini terlihat bodoh karena sampai saat ini aku hanya memujanya dari jauh, dari depan rumahku, tanpa pernah berani mengucapkan sepatah kata atau sekedar menyapanya.


# WANITA KEDUA

Wanita kedua adalah seorang yang selama ini telah mengajariku banyak tentang kehidupan dan orang yang paling berpengaruh dalam hidupku. Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah ibuku tercinta. Ya ibu terlihat sedang mengayuhkan sapu lidinya mengurai dedaunan yang berserakan di halaman rumah ini. Entah sudah berapa ribu kali ibu melakukanya dihalaman ini sejak kedatangan beliau 25 tahun yang lalu. Berbeda dengan aku yang hanya bisa dihitung denganjari berapa kali aku nampak menyapu halaman. Ibu bagiku adalah sosok satu-satunya motivasi ku untuk terus berkerja keras di kota orang, dan seringkali dirikupun membayangkan, kelak ketika ibu telah tiada apakah aku masih bisa berlari mewujudkan mimpi seperti sekarang? Sepertinya aku akan melambatkan langkahku jika saat itu tiba, bahkan akan benar-benar berhenti jika aku tidak kuat. Aku sangat menyayangimu ibu, meski sampai saat ini aku belum bisa membanggakanmu, seperti dirimu membanggakanku. Tapi aku berjanji, beberapa tahun lagi aku pasti akan membuatmu bangga dan mulai sekarang akan aku persembahkan separuh hidupku untuk mu ibu.


# SELAMAT ULANG TAHUN IBU (5 SEPTEMBER 2010)

Semoga tetep menjadi sosok yang bisa aku jadikan teladan, sampai akhirhayatmu, aku akan selalu mendoakanmu agar selalu tetap dalam lindungan Yang Kuasa dan di muliakan Olehnya., tidak hanya hari ini. Semoga.


30 August 2010

YOUR BLOG KEEPS GETTING BETTER AND BETTER

# WRITE THE FUTURE
Kurang lebih lima tahun yang lalu, ketika masih berseragam putih abu-abu, di sebuah kota pinggiran yang begitu damai, jauh dari hiruk pikuk kota besar, polusipun sangat minimal, dan nyaman. Setidaknya itulah deskripsiku mengenai letak sekolah menengah atasku. Waktu itu aku bukanlah siapa-siapa, aku bukan sang juara kelas, akupun bukan berada di jajaran kelas terbaik, dan akupun hanya seorang siswa SMA yang labil akan cita-cita dan jati diri. Namun entah kenapa saat itu aku punya mimpi yang sangatlah besar, aku ingin masuk perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Sungguh impian yang sangat kontras dengan keadaan sekitarku dan mungkin lebih tepatnya kontras dengan kemampuanku yang terlalu biasa-biasa saja. Hari demi hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tuhun pun berganti tahun semuanya ku biarkan mengalir, aku tidak sadar saat itu aku sedang diuji oleh impianku sendiri, sampai suatu saat aku hampir saja menyerah karena impianku, namun sesungguhnya ketika ujian itu datang tuhan sedang ingin melihat usahaku meraih mimpi besar itu, dan kini aku tahu tuhan akan merasa tersemangati untuk mewujudkan impian kita jika kita bersungguh-sungguh.

Beberapa tahun kemudian aku memetik buah dari mimpi besar ku dulu. Sungguh tidak ada ucapan terimakasih kepada Tuhan yang telah menuliskan jalan hidupku yang indah ini, sekali lagi dan semoga tak bosan-bosanya aku bersyukur bisa diterima di salah satu Fakultas terbaik di negeri ini. Dan aku sekarang ternyanyata tidak berbeda dengan aku dulu saat aku di SMA. Aku disini bukanlah mahasiswa dengan IP tinggi, bukan juga seorang aktivis yang pandai melobi dan pandai meyakinkan banyak orang, aku bukanlah mahasiswa yang selalu bertanya saat dikelas dan berbicara dengan lantang didepan kelas saat presentasi digelar. Sekali lagi aku masih seperti yang dulu, super biasa-biasa saja. Namun, meski sadar akan itu semua, baru saja aku menuliskan sebuah kalimat di dinding kamar kosku, kalimat pertama kurang lebih berbunyi : Harus bikin ibu bisa duduk di bangku paling depan saat aku wisuda 4 tahun lagi dan menangis bahagia karena melihat diriku lulus dengan pujian, cumlaude. Sedangkan kalimat kedua berbunyi : Harus melanjutkan S2, master financial and banking di salah satu negara (Singapura, Australia, Belanda, Jerman, atau Inggris). Aku percaya saat aku menuliskanya tadi, Allah SWT juga menulis hal yang sama di buku takdirku. wallahua'lam bisowab

# QUALITY IS MORE IMPORTANT THAN QUANTITY
Suatu hari, ketika aku merasa tengah melangkah, entah kemana, aku selalu berharap bisa memetik sebuah meaning seiring jauhnya kaki ini melangkah, kadang aku ingin berlari tapi kini aku lebih tertarik untuk tetap melangkahkan kaki secara konstan, tidak peduli orang sebelah lari secepat apa, karna aku selalu ingin menikmati langkah yang kini terasa semakin berat. Ketika aku menengok kebelakang, tanpa sadar aku telah jauh didepan garis start ku, padahal aku tidak berlari, dari tadi aku hanya berjalan, yasudahlah, didepan telah menunggu pemandangan indah yang sangat menyejukan mata. Keindahanya sangat menari mataku ini, semoga aku sekarang sedang benar-benar berjalan, bukan hanya pandanganku yang tengah menyapu sekeliling. Semoga.

# KERTAS POLOS ITU SANGATLAH MENARIK SEKARANG, KENAPA DARI DULU AKU MENGGUNAKAN KERTAS BERGARIS?
Kalau ditanya benda apa yang tengah aku senagi sekarang? Tidak lain adalah kertas polos, karena kertas ini sangatlah baik kepada penggunanya, tidak pernah membatasi apapun kreasi pemiliknya, coretan apapun dia terima. Tapi kenapa masih banyak yang menggunakan kertas bergaris?

# YOUR BLOG KEEPS GETTING BETTER AND BETTER! YOUR OLDER ARTICLES ARE NOT AS GOOD AS NEWER ONES YOU HAVE A LOT MORE CREATIVITY AND ORIGINALITY NOW KEEP IT UP!

12 August 2010

PRAGMATISM

# BERSIHKAN TUBUH, SUCIKAN HATI DAN LURUSKAN NIAT
Kali ini terasa begitu sepi, terlebih di depanku nyaris tanpa kehidupan, tempat yang seharusnya ramai hilir mudik, canda tawa dan bercengkrama di fakultas ini mendadak menjadi suci senyap, hanya terdengar dari kejauhan suara bola kecil berwarna oranye yang dipukul-pukul oleh dua orang membentur meja dan lantai depan ruang BEM dan di sisi yang lain terdengar samar-samar petikan gitar yang dimainkan oleh seseorang mahasiswa, vokalnya masih terdengar, namun tersa begitu asing liriknya. Di sudut-sudut kampus masih terdapat segerombolan orang yang rupanya sedang mendiskusikan sesuatu tapi itu jauh, di sini tempat aku menuliskan sampah-sampah yang ada di pikiranku sungguh sanggat senyap, seiring tenggelamnya matahari di ufuk barat. Suasana sore ini benar-benar damai, beberapa menit lagi, tidak sampai satu jam, umat islam di kota ini akan merayakan ritual khusus yang sangat di nanti-nantikan sepanjang hari ini. Akupun teringat selau kata-kata ibuku, beliau seringkali berkata nikmatnya orang puasa itu kalau udah jam segini, akupun membangngkan jika ibu ada disini pasti akan berkata seperti itu. Sayang ibu berada di tempat nan jauh disana, sendirian seperti aku disini-di ruangan ini, dan lewat tulisan pembuka ini saya hanya bisa mengucapkan salam pada ibu, selamat berpuasa ibu, selamat berpuasa umat Islam, sepertiga penduduk bumi akan merayakan bulan bersejarah ini. Marhabban Yaa Ramadhan.

# BERPIKIRLAH EFISIEN TEMAN, MAKA KESUKSESAN AKAN MENYERTAIMU

Yang pernah nonton film Bollywood yang berjudul 3 idiots aku kira pasti pernah denger kata-kata itu, saya inget sekali kata yang ucapkan di bagian akhir film itu, karna setiap kali aku menonton sebuah film pasti yang saya cari adalah meaning di balik film itu, baik yang tersurat jelas seperti di atas, atau yang tersirat di dalamnya, terlepas dari packaging, alur dan sinematografinya. khusus untuk meaning tersurat biasanya saya langsung mengingatnya atau bahkan menulisnya. Masih ingat sekali pesan Optimus Prime di akhir film Transformernya yang intinya No Sacrifice - No Victory, atau di dunia ini hanya ada 2 golongan manusia, yaitu orang baik dan orang jahat, tidak ada golongan yang membedakan manusia selain itu pada film My Name Is Khan, yang terbaru film besutan Cristoper Nolan bahkan sangat jelas menampilkan meaning di tiap poster filmnya kejahatan sebenarnya bermula pada pikiranmu sendiri (kalo gak salah ngartiin kira-kira begitu) dan masih banyak film-film lainya dengan meaning yang sangat indah, seperti Sekuel Terminator (biasanya ada di akhir film), Merantau, dan lain sebagainya.


# PRAGMATISM IS APPROACH THAT ASSESSES THE TRUTH OF MEANING OF THEORIES OR BELIEFS IN TERMS OF THE SUCCESS OF THEIR PRACTICAL APPLICATION

04 June 2010

WRITE THE FUTURE

# MALAM INI MATAKU SEPERTINYA SEDANG BERMASALAH, TAPI DARI TADI SIANG AKU UDAH NIAT BANGET MAU NULIS MALEM INI, APAPUN YANG TERJADI.

# WRITE THE FUTURE
Beberapa jam yang lalu aku duduk di sebuah ruangan yang lumayan luas dengan banyak orang didalamya mendengarkan beberapa orang yang bisa disebut pembicara, mengungkapkan ide-idenya. Buatku berada disana merupakan hal paling berharga dalam satu minggu terakhir ini. Sungguh aku dibuat terpukau disana, bahkan kepala ini tak henti-hentinya mengangguk-angguk tanda setuju dan hati kecilku pun berdecak kagum, kog bisa yaa ada orang yang begitu pintar (hanya ungkapan) hingga orang-orang lain tak malu untuk mengambil inspirasi darinya, sangat menginspirasi. Ada satu inspirasi yang paling aku ingat dari sekian banyak inspirasi, yaitu : mulailah dari sekarang untuk membuat CV visi kamu yang berarti menggambar masa depanmu. write the future.

# GENERASI MUDA YANG HANYA BERBICARA MASA LALU ADALAH OMONG KOSONG, KARENA ANAK MUDA YANG MEMBAWA PERUBAHAN ADALAH ANAK MUDA YANG BERBICARA MASA DEPAN.

# MAAF ITU TIDAKLAH MUDAH
Beberapa menit yang lalu, aku meminta maaf pada seorang gadis yang beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja aku membuat kesalahan padanya. Hasilnya : Nol besar.

# ENTAH KENAPA TULISANKU SEKARANG SANGAT TIDAK BERBOBOT, SEPERTINYA AKU TELAH KEHILANGAN INSTING MERAKIT TULISAN-TULISAN BERKUALITAS LAGI.

02 June 2010

H+10

# HOW DO YOU FEEL TODAY?
Entah kenapa badan ini terasa sangat letih, seperti dihujani banyak pukulan. Pukulan ini seakan-akan terasa masuk ketulang rusuk ku, amat sakit. Apapun yang aku rasakan sekarang aku selalu percaya besok pagi matahari akan menyinari buminya, mengganti semua suasana, gelap menjadi terang, keringat menjadi embun, dan pengap pun menjadi sejuk.

# H+10
Sekitar dua tahun yang lalu ada seorang anak muda yang berasal dari kampung, menginjakkan kaki di sebuah kota besar yang berjarak sekitar 120 km dari rumahnya. Saat itu semuanya terasa berbeda. Sungguh berbeda. Pemuda yang konon seorang keturunan terakhir dari ayah (dan ibu) nya ini masih terlihat amat manja. Sosok yang diharapkan jadi kebanggaan orang tua kelak itu sangat tidak rentan terhadap tekanan. Stressornya sangat tinggi, emosinya labil, pikiranya jauh dari kedewasaan. Impian pemuda itu pun hanyalah impian kecil pemuda itu bermimpi "sepertinya enak yaa, kalo kuliah nenteng macbook, di kampus terkenal, dengan iklim akademis yang ketat, pasti sangat mendukung prestasi." Impianya sungguh bukanlah impian yang luar biasa (bagi sebagaian orang), sangat sederhana sekali bahkan. Pada hakekatnya mimpi itu adalah sesuatu yang diluar kemampuan kita, itulah yang membedakan mimpi dengan tujuann dan bagi pemuda itu, mimpi itu nampaknya akan mustahil terwujud waktu itu.

Namun sungguh takdir seseorang tiada yang tahu. Siapa yang menyangka kini dua tahun berselang, pemuda itu dengan gagahnya duduk di sebuah ruangan kelas ber AC dari salah universitas terbaik di negeri ini dengan macbook dihadapanya dan tengah terlibat dalam diskusi yang alot mengenai penetapan interest rate. Sungguh amat beruntung pemuda itu, impianya 2 tahun yang lalu di dengar oleh Tuhan. Dan mungkin tuhan sekarang sedang menanti janji prestasi dari pemuda itu, janji yang 2 tahun lalu tersirat mengikuti mimpinya.

Pemuda itu aku. Hari ini hari ke sepuluh sejak mimpiku dari 2 tahun yang lalu tercapai.

# QUESTION OF THE DAY
Kenapa berita buruk bisa tersebar begitu cepat dan kontroversial itu begitu menjual serta berita miring bisa lebih banyak peminatnya?

# SETIAP PERKATAAN YANG MENJATUHKAN TAK LAGI KUDENGAR DENGAN SUNGGUH, JUGA TUTUR KATA YG MENCELA, TAK LAGI KUCERNA DALAM JIWA, AKU BUKANLAH SEORANG YANG MENGERTI, TENTANG KELIHAIAN MEMBACA HATI, KU HANYA PEMIMPI KECIL, YANG BERANGAN 'TUK MERUBAH NASIBNYA.
Sungguh Tuhan itu sangat mengenal keadaan mahluknya dan sewaktu-waktu bisa memberi petunjuk yang begitu tak terduga. Hari ini aku di beri petunjuk melalui sebuah lagu, subhanallah...

# PESAN SINGKAT
Barusan aku nerima pesan singkat dari teman lama ku di Semarang, isinya : Eh, koncomu mbiyek tuku laptop anyar kae... Apple keroak. Kenapa bisa sama begini? *unbelievable*


19 May 2010

APPLE CONSTANT ITERATION

# INSANITY : DOING THE SAME THING OVER AND OVER AGAIN AND EXPECTING DIFFERENT RESULT.
Pagi ini berada di bawah Air Conditioner nampaknya cukup dingin, kulit terasa begitu kering dan warna kuku jari tangan sedikit membiru. Ditemani lagu Technicolour dari Paloma Faith yang mencoba menyemangati hariku ini, aku duduk di sudut ruangan yang penuh dengan buku-buku menghadap sebuah display berukuran 19 inch, menuliskan beberapa kata-kata inspirasiku pagi ini. Menulis itu menyenangkan.

# BAITI JANNATI
Dua hari yang lalu, aku melakukan sebuah perjalanan emosional. Aku pulang kerumah yang selama kurang lebih 17 tahun menjadi tempat berlindungku dari teriknya matahari dan dinginya malam. Perjalanan kali ini nampak begitu beda dengan perjalanan pulangku yang lain, entah karena perjalanan pulangku ini paling singkat (hanya 1 hari saja dirumah), ataupun karna sudah hampir 2 bulan aku tidak menginjakan kaki di rumah yang membesarkan aku itu. Sangat emosional, itulah rangkaian kata yang muncul ketika bis yang aku tumpangi melintasi tulisan SELAMAT DATANG DI KOTA PEKALONGAN, saat itu wajah ini langsung dihiasi senyum lebar yang nampaknya senyum yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam karena ikatan batinku pada kota tercinta ku ini. Tidak hanya sampai disitu saja, ketika aku melihat bangunan tua bernomor 324 yang nampak tidak terawat namun masih menyisakan sisa-sisa zaman keemasanya dulu, dengan masih bercatkan kuning tua yang sekarang menjadi agak kusam sepeninggal ayahku. Halaman depan pun mulai dipenuhi semak-semak dan rumput-lumput liar dibawah rindangnya 5 buah pohon mangga yang kini rindangnya sudah mulai menutupi seluruh halaman depan rumah itu. Saat itu aku hampir menangis. Rumah tua yang kini sudah semakin terlihat tua itu mengalahkan hotel bintang 3 yang minggu lalu aku tempati bersama kakak ku ketika di jogja. Pikiran dan hati ini saat itu dibawa menuju nostalgia keindahan zaman dulu, yang seketika mengalirkan hormon-hormon positif ke seluruh tubuh membuat jiwa ini memperoleh suatu kebermaknaan hidup yang nyaris sempurna. AKU CINTA RUMAHKU.

# SATU KOTAK PENUH SAYANG UNTUK IBU
Satu kotak Gudeg yang kubawa dari kota ini untuk oleh-oleh ibunda tercinta dirumah, membuat harga dari Sekotak nasi itu sangatlah murah dibanding kasih sayang beliau kepadaku. Apalagi ketika beliau berujar "Makasih nak, ibu sedang pengen banget makan Gudeg kamu kog tau beli ini buat ibu."

# TUHAN AKAN MERASA TERSEMANGATI MEWUJUDKAN MIMPIMU, KETIKA KAMU BERSUNGGUH-SUNGGUH.

# JUDUL POSTINGAN INI ADALAH TEMA DARI BLOG INI
Apple constant iteration adalah sebutan untuk pabrikan komputer asal Amerika Apple.corp karena berhasil menciptakan inovasi dalam teknologi dan marketing dengan Steve Jobs sebagai pemimpinya (yang juga masuk 100 pemikir besar tahun ini versi majalah Time). Apple constant iteration menunjuk pada perubahan produk-produknya secara perlahan, konstan, bertahap menuju kesempurnaan.

# KITA TIDAK PERLU MEMULAI SESUATU SECARA SEMPURNA. KITA HANYA PERLU MEMULAINYA DARI BENTUK YANG SIMPEL, YANG SEDERHANA, LALU MELAKUKANNYA SECARA KONSTAN SAMBIL DISEMPURNAKAN.